Human

Ilustrasi
Menggambarkan kesedihan kedalam untaian kata dan kalimat itu
jauh lebih mudah ketimbang melukiskan kebahagian kedalam kata. Menurut saya itu sangat wajar karena sangat mewakili watak manusia, dimana manusia kebanyakan hanya pandai mengeluh dan begitu sukar berasyukur. Ketika kesulitan menyapa meski itu hanya menyapa ala kadarnya saja tapi piluh dan eluhannya sudah sangat dalam begitu menyedihkan. Itu baru menyapa belum sampai menyentuh. Tapi ketika bahagia itu menyentuhnya pelan seakan tak sedang terjadi apa-apa dan mereka abaikan begitu saja, katakanlah itu "kesehatan". Mungkin butuh lebih dari sekedar sentuhan untuk menggetarkanya agar mereka berucap syukur, lebih dari sentuhan mungkin sebuah hantaman. Tapi anehnya terkadang sesuatu yang membuatnya merasa dihantam itu tidaklah lebih berharga dari sesuatu yang menyentuhnya. Simplenya, betapa girang dan bahagianya mereka yang menyadari telah mendapatkan bonus sms atau kuotalah, tidak hanya tersenyum dan berucap "Alhamdulillah" tapi mereka juga tertawa. Lalu ketika mereka masih terjaga dalam nikmat sehat?? Padahal apalah arti sms dan kuota itu tanpa sehat?? Bergunakah sesuatu yang menghantam dan menggetarkan mereka tadi tanpa ada sentuhan pelan itu??

"jalan termudah menyelamatkan diri adalah mensyukuri apapun yang terjadi, bersyukur atas segalanya tidak hanya dalam bahagia"


*dan yang saya sebut "mereka" diatas berisikan saya didalamnya. Sementara Anda semoga tidak seperti saya dan mereka agar kami tidak perlu belajar terlalu dalam karena kami tinggal mentauladani Anda.


Komentar

Postingan Populer